author_firstnameM
author_lastnameISHAQ
titlePENGEMBANGAN MODEL PROGRAM PENDIDIKAN TARUNA MANDIRI : Studi Terfokus pada Kehidupan Anak-anak Jalanan di Bandung
publisherPPS UPI
subjectPROGRAM PENDIDIKAN
contributorSutaryat Trisnamansyah, Sudardja Adiwikarta, Endang Sumantri
dt_create2000/11/01
dt_publish2013/01/10
collection_typeDisertasi
departementPendidikan Luar Sekolah
identifierhttp://digilib.upi.edu/digitalview.php?digital_id=1489
sourcedigilib.upi.edu
author_emailperpustakan@upi.edu
abstract

Pengembangan model program pendidikan Taruna Mandiri (studi terfokus pada kehidupan anak-anak jalanan di Bandung) ini didorong oleh adanya sosok anak-anak di Indonesia yang kian teraniaya dan tak sedikit yang terlempar ke jalan. Fenomena itu mengundang pertanyaan: seperti apakah kehidupan anak jalanan, apakah penyebab anak menjadi anak jalanan, serta model program pendidikan yang bagaimanakah yang dapat diterapkan sebagai upaya pemberdayaan anak jalanan? Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model program pendidikan Taruna Mandiri, yakni serangkaian program pendidikan yang bergerak dalam upaya pemberdayaan masyarakat, penyadaran kewarganegaraan/disiplin nasional, pembinaan optimisme/mental wirausaha. Dengan meminjam prinsip conscientizacao, maka dalam model program pendidikan Taruna Mandiri setiap tahapan pembelajaran semua pihak yang berpartisipasi perlu melakukan refleksi. Prinsip ini sejalan dengan model quantum yang mengubah energi menjadi cahaya yang dalam model program pendidikan Taruna Mandiri ini diartikan sebagai upaya mengaktualisasikan mutiara terpendam melalui rumah singgah dan PKBM; pengembangan kreativitas, kesetaraan, pelatihan, bimbingan, belajar kelompok, dan community-based education (CBE).Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini ialah pendekatan kualitatif; sedangkan metode penelitian yang dipilih ialah metode deskriptif-analitik dan penelitian pengembangan. Metode penelitian deskriptif-analitik ditetapkan dalam rangka eksplorasi tentang kehidupan anak jalanan dan penyebab anak menjadi anak jalanan; sedangkan metode penelitian pengembangan diterapkan dalam rangka pengembangan model program pendidikan Taruna Mandiri. Data dalam studi ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, pengamatan, dan focus group discussion (FGD). Wawancara mendalam diterapkan untuk menggali data tentang kehidupan anak jalanan dan penyebab anak menjadi anak jalanan dengan informan 80 anak jalanan di Bandung. Pengamatan partisipatif dan FGD diterapkan untuk menggali data tentang kehidupan anak jalanan dan penyebab anak menjadi anak jalanan serta dalam pengembangan model program pendidikan Taruna Mandiri. Dari studi eksploratif ditemukan banyak anak yang mengalami penganiayaan fisik, emosional, dan seksual. Penganiayaan itu menjadi makin parah ketika suatu bangsa sedang mengalami krisis ekonomi, hukum, politik, dan moral. Akibatnya sebagian di antara anak-anak yang teraniaya itu kurang gizi, perhatian, pendidikan, kasih-sayang, kehangatan jiwa, serta kehilangan bak untuk bermain, bergembira, bermasyarakat, dan kemerdekaan; sehingga akhirnya menjadi anak jalanan. Setelah menjadi anak jalanan anak-anak mendapat penganiayaan lebih dahsyat dari komunitas jalanan dan aparat Mereka terancam kematian, kebodohan, putus-asa, rendah diri, terasing, trauma, krisis kepercayaan, dan terjangkit penyakit balas dendam. Mereka itu berasal dari berbagai latar ekonomi, pendidikan, dan budaya. Di masyarakat ada potensi pendukung program pemberdayaan anak jalanan, namun potensi itu belumdiaktualkan sehingga program pemberdayaan yang berlangsung di masyarakat kurang efektif.Dari studi pengembangan dihasilkan model program pendidikan Taruna Mandiri sebagai berikut: input program (raw input) meliputi (a) anak jalanan, (b) anak rentan ke jalan, (c) orang dewasa yang bersentuhan dengan kehidupan anak jalanan, dan (d) alumni yang ingin ikut belajar lagi. Proses pembelajaran dilaksanakan dalam wadah rumah singgah PKB M (anak jalanan dilayani di rumah singgah, sedangkan anak rentan ke jalan dan orang dewasa dilayani dalam wadah PKBM). Rumah singgah dan PKBM itu dipadukan dengan sekaligus menerapkan pendekatan kelompok dan CBE dan strategi pembelajaran partisipatif/kolaboratif. Program pendidikan yang terselenggara antara lain berupa: Kejar Usaha, Kejar Paket A setara SD, Kejar Paket B setara SLTP, birnbel (bimbingan belajar), diktagama (pendidikan watak dan dialog keagamaan), latorma (pelatihan olahraga dan bermain), sinata (sinauwisata), lasentif (pelatihan seni dan kreativitas), kampanye KHA (konvensi hak-hak anak), FBR (forum berbagi rasa), dan pelatihan Taruna Mandiri. Materi belajarnya meliputi: (a) agama dan kewarganegaraan, (b) calistung (baca-tulis-hitung), (c) hidup bermasyarakat, (d) kreativitas dan wirausaha. Pelaksanaan program tersebut diperkuat dengan penerapan perpaduan antara, metode/prinsip pembelajaran quantum dan conscientizacao serta pemberian layanan konseling dan penerbitan majalah,' output program tersebut ialah meningkatnya kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab warga belajar. Hasil pengembangan model program ini menunjukkan, bahwa program pelatihan Taruna Mandiri telah berlangsung efektif dan dapat mempermantap program-program lainnya, termasuk Kejar Paket A setara SD dan Kejar Paket B setara SLTP.Implikasi studi ini antara lain: (1) para ilmuwan perlu memikirkan jalan keluar dari kompleksitas persoalan yang menghalangi kehangatan hubungan antara anak-anak jalanan dengan keluarga dan warga masyarakat di sekitarnya; (2) perlu adanya warga masyarakat yang bersedia menjadi keluarga pengganti bagi anak-anak jalanan yang teraniaya atau bentuk kepedulian lainnya, (3) modul-modul dan juklak hasil studi ini dapat diadaptasi oleh para pendidik anak jalanan; serta (4) langkah-langkah perintisan dan pengelolaan program dalam studi ini dapat diterapkan oleh pihak lain yang ingin mengadaptasi model program pendidikan Taruna Mandiri.Penyelenggaraan program pendidikan Taruna Mandiri telah berliasil memperce-rah masa depan anak jalanan di Bandung binaan Yayasan Limas. Jumlah anak yang telah menikmati program itu terlalu sedikit bila dibandingkan dengan jumlah anak jalanan yang belum tersentuh (termasuk anak jalanan baru yang masih bermunculan). Karena itu program pendidikan Taruna Mandiri perlu dilaksanakan terus dan diperluas jangkauannya termasuk anak-anak binaan lembaga lain dan juga anak-anak yang rentan ke jalan dengan penerapan kolaborasi maksimal (pelibatan lintas sektoral, lintas disiplin ilmu, dan lintas kawasan) yang disertai dengan studi lanjutan yang makin luas dan mendalam.

 

fulltext1d_pls_979817_m_ishaq_table_of_content(1).pdf
fulltext2d_pls_979817_m_ishaq_chapter1a.pdf
fulltext3d_pls_979817_m_ishaq_chapter2a.pdf
fulltext4d_pls_979817_m_ishaq_chapter3a.pdf
fulltext5d_pls_979817_m_ishaq_chapter4a.pdf
fulltext6d_pls_979817_m_ishaq_chapter5a.pdf
fulltext7d_pls_979817_m_ishaq_bibliography(2).pdf
fulltext8d_pls_979817_m_ishaq_appendixa.pdf